>Keluar Dari Zona Nyaman

>

Satu bulan terakhir saya bisa menikmati akses  internet langsung dari rumah sendiri , beda  dengan 4 bulan sebelumnya harus bolak-balik  ke warnet untuk posting dan blogwalking, jadi bisa puas-puasing bw dan komentar diblog sahabat,  akibatnya Tante Alexa mengecil dari satu jutaan menjadi 200 ribuan , tetapi ketika angkanya hampir memasuki 100 ribuan, saya harus rela untuk meninggalkan zona nyaman tersebut , tepatnya  awal bulan Februari dimana pada hari kamis sampai sabtu saya harus menginap di Sekolah,  karena Les tambahan untuk menghadapi UAN diadakan pukul 6.00 pagi.
Kenapa harus nginap?   karena  tentu saja untuk sampai ke sekolah tepat pukul 6.00 tepat adalah mustahil, karena Sekolah berjarak 41 KM dari rumah saya dan perjalanan ke sekolah ditempuh dengan waktu satu jam setengah , bayangkan jika saya harus berangkat pukul  4.30 dari rumah bisa-bisa saya dapat penumpang dibelakang motor yaitu Kunti (ihhh takut). Daripada harus kecapaian bangun subuh dan berangkat pada saat orang masih lelap tidur, mending saya nginap disekolah selama tiga hari mulai kamis Sampai Sabtu.
Nah disekolah saya yang terletak di Daerah terpencil, jangan  Tanya apakah ada akses internet, sinyal hp aja hanya tempat tertentu yang ada,  itupun sinyalnya lemah.  Jika malam saya jadi bête sendiri ,pingin buka blog,  sebenarnya bisa sih  make HP , bisa  blogwalking tapi nggak bisa posting,  dan harus keluar ke pojok sekolah tentu saja saya ngeri ,  Di ujung sekolah dimana sinyal HP kuat adalah tempat fave saya saat ini disaat sore hari untuk blogwalking melalui HP butut saya. Tapi kalau malam bayangkan lampu nggak ada malah banyak nyamuknya banyak,  wihh siapa yang tahan.
 Saya betul-betul harus mendahulukan kepentingan siswa diatas kepentingan pribadi jadi saya harus keluar dari Zona nyaman yang saya rasakan selama ini.
Demikian juga dalam kehidupan kita harus selalu berusaha keluar dari Zona nyaman, jangan merasa puas dengan apa yang telah kita miliki selama ini, terus kembangkan diri dan terus merasa kekurangan dengan apa yang telah kita miliki selama ini . Terutama dalam hal ilmu dan amal . Kalau dalam dunia Blog gimana yah penerapannya, mungkin dalam hal ini sahabat sendiri lebih mengetahui , silahkan tulis satu patah dua kata pendapat anda tentang keluar dari zona nyaman =anti kemapanan,  demi perkembangan kita dalam ngeblog
Iklan

Diterbitkan oleh

55 tanggapan untuk “>Keluar Dari Zona Nyaman”

  1. >kalau di sekolahan akses internet sudah dapat full pastinya bang munir akan betah tinggal di sekolahan *nginep terusss* hehhehebtw laptop hadiahnya kemana bang..??

  2. >suatu perjuangan yang sangat mulia Pak Guru….Jadikanlah Allah sebagai tujuan setiap amal, surga sebagai tempat kembali dan saudara sebagai ladang amal.Sukses selalu Pak Guru… dan tetap semangat untuk memajukan bangsa kita ini.

  3. >zona nyaman yang akan segera saya tinggalkan adalah meninggalkan keluarga hingga 30 juni mendatang, karena ditugaskan belajar di perusahaan lain selama 4 bulan. jadinya bisa pulang sabtu minggu doang :(tapi, sepertinya klo nge-blog malam gak bakal diganggu anak2 lagi nih 😀

  4. >Keinginan untuk ngenet dr rumah memang besar juga bagi saya. Meski hotspot gratisan banyak beredar di Solo, tapi ya tetep lebih nyaman kalo di rumah sndiri.Zona nyaman memang memabukkan. Kdang kita g sadar bahwa kita msh jalan di tempat, dan kaget saat liat orang lain dah jauh d depan kita.

  5. >Alhamdulillah masih ada guru yang mau berkorban untuk keberhasilan muridnya! Semoga keluarga dapat mengerti akan pengorbanan ini, karena bagaimanapun keluarga tanpa kepala keluarga juga tidak nyaman! Jarak juga membuat stress, jadi ini memang langkah yang baik yang Bang Munir lakukan! Semoga anak didiknya lulus semua!

  6. >Setuju mas. Jangan pernah merasa sudah mapan. Teruslah belajar, sebanyak apapun ilmu yg sudah kita serap, masih jauh lebih banyak yg belum kita pahami. Berpikirlah 'out of the box' sehingga kita bisa melihat kelemahan kita. Hidup itu kan sebuah perjalanan. Jadi, tatkala kita udah merasa nyaman, saat itulah hidup kita sesungguhnya hampir berakhir…

  7. >Saya juga cemas memikirkan anak saya dia peserta UNAS juga, ya pesertanya … gurunya … dan orangtuanya sama-sama cemas memikirkan UNAS, semoga perjuangan dan doa membuat mereka lulus semua! Amin!

  8. >Didalam dunia blog kita bisa saling berbagi apa saja yang positif, misalnya artikel motivasi, kisah nyata yang dapat kita teladani, dan saling menasehati, juga tips dan trik, juga informasi, dan membuat kita suka menulis dan baca! Dan lain_lain!Masalah Zone Nyaman memang harus kita pertahankan, dan memperluasnya dengan mencoba memasuki zone yang lebih luas untuk memperluas wawasan kita dan mempertajam kepekaan kita terhadap zone baru, dan tanamkan "Apa yang bisa saya lakukan disini, bermanfaatkah bagi zone baru! Disinilah tantangannya kita harus bermanfaat di zone baru! Selamat berjuang sobat , ikhtiar dan doa serta bereserah diri KepadaNya adalah langkah aman dimanapun kita berada!

  9. >salam sobatbenar bang Munir .dalam hidup kita, harus berusaha keluar dari Zona Nyaman,,agar semangat mengembangkan diri dan terus semangat berusaha untuk maju.

  10. >dinikmati saja mas.. hidup kadang tidak selalu seperti yang kita inginkan… yang penting mas munir selalu sehat dan bsa mengajar di sekolah dg baik; ane dah seneng.. ane s7 dah dg pendapat mas HAPIA MESIR …keep spirit 🙂

  11. >Sebuah bentuk pengabdian seorang guru, Pak Munir. Demikianlah hidup, Pak, ada saat Tuhan demikian mencintai kita dengan diberiNya kita keadaan jauh dari zona nyaman agar kita semakin memahami…

  12. >Aku sangat terharu dengan perjuangan para guru. Aku teringat dengan almarhum ayahku sendiri yang juga seorang guru. Meski dengan kondisi seperti itu, tetap semangat ya bang. Zona nyaman itu terletak di hati, bang. Di manapun jasad kita berada.

  13. >hihihi, benear2 guru yang hebat, aku jadi inget sama guruku, beliau rela jauh-jauh dateng demi anak didiknya, di daerah yang terpencil, yaitu sekolah kami, salut sama pak Guru :), mereka juga rela keluar Zona nyaman demi kepentingan muridnya :).

  14. >Itulah perjuangan hidup sob.. menurut saya itulah blogger sejati. dia tahu urutan prioritas yg harus kerjakan. Soal ini sama saya juga ketiban getahnya .. anak perempuan saya dah kls 3 SMA untungnya istri juga ngajar disitu jadi pkl 5.30 ngantar mereka untuk pemantapan dan memberi pemantapan jelang UAN .. haha.. btw. linknya dah saya pasang yoo

  15. >yups.. setuju banget itulah itulah profil abdi negara yg mementingkan tugas dulu, yg memberikan pelayanan prima kepada klien kita, ngeblog itu kan hanya jika ada waktu luang… atau kalau pada jam kerja.. yaa.. jika kerjaan dah selesai..

  16. >memang lokasinya dimana bang ? sudah pernah ada postingannya ? kayak photo-photo, lokasi dan Google map nya ? hihihihi kali aja jadi bahan ide untuk postingan berikutnya….

  17. >Terkadang memang butuh tekad dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, butuh jiwa yang berani menghadapi tantangan. Tapi lebih mementingkan kepentingan siswa daripada kepentingan diri sendiri seperti yang dilakukan pak Munir patut diteladani.Salam hangat & sukses selalu..

  18. >salam sobatwaduh lumayan jauh tuh bang Munir perjalanan dari rumah ke sekolah, sampai 1 jam ,memang perjuangan GURU,,begitu besar,, untuk mendidik anak2 bangsa ini.

  19. >Saat tersulit adalah berusaha memaksakan diri untuk bergerak…keluar dari zona nyaman..adalah ketakutan jika tak menndapatkan apa yg didapatkan sekarang..adalah ketakutan menghadapi rintangannya..adalah rasa malas yang membuatnya..padahal satu langkah kita bergerak..akan ada perubahan setelahnya…yu'i pak..kitalah yang harus keras pada diri kita sendiri..dan semoga saya jugaamin..SEMANGAT!!!v^___^v

  20. >salam kenal Pak Guru, abdi ngiring ngalangkungsaya mah tidak anti kemapanan, tapi setiap orang akan selalu mengalami dua hal yang berpasangan. Kalau nyaman terus juga jadinya tidak seimbang. sesekali saya juga ingin merasakan hidup tanpa internet, tapi susah juga…kalau nggak ada internet saya nggak makan hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s