>Menjauh

>

Setiap sudut nanar 
Jiwa menangis karena telah kehilangan, lelah

Aku itu menduakan, Menjauh

 
Kesenangan ada di
semua jalan 

lalu tertutup Darah 


Tetapi darah  hanya
Pengingat agar kembali awal

Hujan Mengguncang pohon,  hujan kesunyian 
tergantung di cabang-cabang
Pembersih hati yang terlupa
 Ijinkan aku untuk mendekat
Iklan

Diterbitkan oleh

51 thoughts on “>Menjauh”

  1. >kalo boleh komen. keknya saya jadi yang pertama nih….haiiyyyaaaaaa gak percaya *kucek-kucek Mata*puisinya bagus…..ingin mendekat dengan siapa?jika bisa menenangkan hati yang gundahmakasegeralah mendekatsebelum ia pergi menjauhpak munir, ada award buat bapak, diambil di blog saya yah.terima kasih…..

  2. >Maaf Pak, saya kurang mahami puisi,saat membaca puisi terbesit makna mau menjauh, jangan pak , apalagi dari silaturami ngebloggseprti saran nuansa pena, lebih dekat saja. IdeNya kok banyak c.

  3. >Tak kuasa menanti terlalu lamaHasrat hatiku semakin membaraIngin berjumpa denganmuMeskipun sekejapLihatlah hatiku terlanjur jatuhTidurpun gelisah tanpa mimpiGairah senyumku musnahCeritaku hampaSering ingin berpalingDari indah bayangmuNamun ketika lari menjauhSemakin terasa menyiksa

  4. >-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-Assalamualaikum,*******Salam ‘Blog’!!*******“Lagi sennang menjauh ya mas….Hehehehe…dan tentunya juga lagi suka berpuitis ria nih……Alirannya ngikuti siapa mas…???"-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s