>Berangkat ke Puncak Kabupaten Pinrang

>

Hari Kamis Ayah dari Wakasek Humas sekolah saya  Ricky Yohannes,  meninggal, kemudian Kepala Sekolah memerintahkan guru yang tidak punya Jam  Mengajar pada hari itu untuk berangkat melayat, sayapun bersama kepala sekolah dan 6 orang teman beserta keluarga masing-masing berangkat dari Sekolah Jam 8.00 WIB, Tempat yang hendak kami tuju adalah Desa Suppirang, yang ternyata untuk mencapainya harus keluar Propinsi dulu ke Sulawesi Barat. Gambar dibawah ini adalah tempat yang hendak kami tuju

Sebenarnya saya sudah yakin bahwa untuk mencapai tempat tersebut memerlukan waktu dan tenaga yang luar biasa tapi karena Pak Ricky sahabat erat saya maka mau tidak mau saya pun ikut. rute Pertama kami melalui sisi gunung dengan ketinggian 2.500 M dari permukaan laut meski jalannya berkelok-kelok tapi masih agak mendingan karena, jalanan masih di aspal, tetapi ngeri juga naik motor dengan jalan yang ters mendaki dengan jurang di kiri dan kanan. Di sebuah tempat yang agak rata kami memutuskan untuk istirahat sekaligus berfoto , karena rasanya mesin motor kami sudah kepanasan

ini adalah bentuk jalanan  yang harus kami lewati selama 2 jam dengan sisi gunung yang rawan longsor serta jurang pada sisi lainnya

Karena ketinggian tempat ini maka laut bisa kami lihat  sekeliling Kab. Polman Propinsi Sulawesi Barat, Setelah 2 jam menyusuri sela-sela gunung maka kami harus melalui rute baru yaitu rute jalanan berlumpur dan tentu saja dengan tanjakan, disinilah bebrapa dari teman merasakan mencium bumi alias terjatuh, karena lahan yang susahnya mengalahkan medan balapan off roader, jalanan berlumpur sejauh 10 km kami lewati selamat 1 jam lebih karena begitu sulitnya medan tersebut

Dirute inilah saya hampir menyerah rasanya kekuatan saya sudah habis, motor tidak bisa dikendarai karena kedalaman lumpur, saya rasanya hendak berhenti disitu dirumah penduduk dan menunggu teman pulang, tapi ya sudah kepalang basah dengan sisa tenaga yang ada perjalanpun saya lanjutkan dan akhirnya kami sampai di Desa suppirang rasanya rasanya kembali semangat kami, apalagi dengan suguhan keindahan alam yang begitu asri dan rasanya betul-betul terputus dari dunia luar

Ketika sampai di sawah terasering  atau sengkedang di atas,  kami telah sampai di Suppirang, dan lega hati saya karena napas saya sudah hampir,  habis, butuh istirahat  dan tidur, namun ternyata perjalanan belum berakhir , karena kami harus menyimpan motor dan berjalan ke atas gunung melalui pendakian dan jembatan gantung , aduh persendian saya terasa pingin copot semua, tapi karena ejekan teman-teman cewek yang semuanya kelihatan masih segar akhirnya sayapun ikut melanjutkan perjalan melalui jembatan gantung dan mendaki gunung  sejauh 4 KM , saya tidak yakin apakah saya masih sadar setelah sampai digunung tersebut

ini adalah jembatan yang harus kami seberangi lalu mendaki sejauh 4 km seperti gambar dibawah ini

inilah kedua wanita tangguh itu ibu Nuridah dan Ibu Kartini bahkan untuk mengikutinya pun saya tak sanggup agar bisa mendahuluinya saya teriak saja “eih berfoto dulu bu akhirnya mereka berhenti dan saya naik ke atas untuk mengambil gambar mereka

Ya demikianlah kami akhirnya sampai ditempat upacara namun saya tidak ingat apa-apa lagi saya langsung tertidur sesampai disana kalau tidak bisa dibilang pinsan, upacara kematian terlewatka padahal upacaranya mirip dengan Tana Toraja karena daerah ini masih serumpun sukunya dengan Toraja, Postingan ini saya posting mulai jam 4 subuh dari puncak pinrang, yang anehnya ada signal disini jadi dengan modal laptop pak Ricky dan HP saya sulap jadi Modem  jadilah postingan ini meski makan waktu 3 jam baru bisa mengupload semua foto diatas, mungkin upacaranya akan saya posting dikesempatan yang akan datang,

Iklan

Diterbitkan oleh

54 tanggapan untuk “>Berangkat ke Puncak Kabupaten Pinrang”

  1. >Pertama-tama saya mengucapkan belasungkaya kepada bp Ricky dan keluarganya. Semoga amal ibadah ayahandanya diterima di sisi Allah swt. Amien…Kedua, saya hanya bisa berucap: Subhanallah… begitu indahnya pemandangan tersebut bang. Kalau dekat sukabumi sini saya pasti ikut main tuh, soalnya kalo urusan main ke alam seneng buanget

  2. >Si abang malu-maluin kaum adam. Masa kalah sama perempuan bang? Hehehe….Tapi saya juga kalo sekarang mah udah gak kuat naik gunung bang, loyo… hehehe…

  3. >Turut berduka cita bagi keluarga yang ditinggalkan. Saya salut pada perjuangan Bapak dan kawan-kawan untuk tetap menyambung silaturahmi dengan sahabat.Salam dari Kalimantan Tengah.

  4. >Tentu saja saya juga ikut berduka atas meninggalnya orang tua rekan guru pak Munir Ardi.Perjuangan luar biasa, sepadan dengan keindahan alam yang didapat. Salut.

  5. >Melalahkan sekali perjalanan ini Mas? saya jadi ingat dengan photo di atas tatkala melakukan perjalanan dinas liputan ke Pedalaman Lembah Bada di Tentena Selatan Sulawesi Tengah…..jalan berliku naik turun bukit, masuk kali di dalam jurang lalu naik ojek ketika jalan yang hendak dilewati runtuh sisinya. Terpaksa turun lembah lalu naik lagi jalan setapak.Tetapi dengan perjalanan melelahkan ini…rasanya kesegaran tubuh untuk mendapatkan oksigen bersih sangat berarti untuk kesehatan.Salam sehat di hari Sabtu pagi…sudah olahraga pagi ini Mas? ayo jalan kaki pagi.

  6. >Wah, saya jadi teringat waktu saya ada proyek di Morowali. Jalannya persis seperti itu pak. Sekarang masih seperti itu juga ya? ckckck. Memang berat medan jalan di daerah sulawesi, tapi asyik buat pengalaman :)Oleh-olehnya ya pak hehe, maksudnya cerita selanjutnya 🙂

  7. >Perjuangan yang lumayan berat ya sob.. tapi percayalah setiap langkah yang dilakukan di atas adalah sumber pahala di kemudian hari.. amin. cuma jangan lupa segera service juga tuh motornya .. haha

  8. >Jarak tak jadi masalah demi sebuah persahabatan ya…. cuman kebayang aja tuh jalanan berlumpur seperti itu sepanjang 10 Km. trus musti jalan lagi 4 Km.. halah kalau saya pasti ambruk di jalan mas.. tapi salut juga tuh buat ibu2 gurunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s