>Cukuplah Maut sebagai Pengingat

>

Saudara dan saudariku sekalian, maut datang bisa kapanpun  tanpa kita bisa duga atau prediksi hal itupun terjadi dengan sahabat ibu saya yang rumahnya berhadapan dengan rumah saya hanya dengan sedikit panas dikepala lalu beliaupun berpulang menghadap Yang Maha Kuasa.  
Maka singsingkanlah lengan baju dan bersegeralah untuk beramal di jalan akhirat, karena itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kita untuk selalu mengingat kematian dengan sarana menulis wasiat, mengunjungi pemakaman, membayangkan akhirat dan lain sebagainya. Semua itu dapat mendekatkan gambaran kematian ke mata anda, anda semakin yakin bahwa kematian pasti akan menjemput anda suatu saat nanti.

   Hal inilah yang membuat saya menangis, karena saya sadar bahwa saya dan orang-orang seperti diri saya ini telah melupakan kematian, atau mungkin terlena oleh kenikmatan dunia, dan lalai dengan kesenangan berkumpul dengan anak, istri dan teman-teman

            
 Saudara-saudaraku yang terhormat…, saya menangis karena ingat mati. Saya telah melupakan kematian atau pura-pura melupakannya, saya menangis karena saya merasa begitu cinta dunia , berarti saya lalai mengingat kematian. Saya merasa sedih karena telah melupakan kematian

                
Jangan menjadi orang yang sangat dermawan saat kondisi kita sudah sakit-sakitan, saat ajal telah mendekati dan betapa pelitnya kita saat kita sehat wal afiat, berat rasanya melepaskan harta untuk bersedekah dan berjuang di jalan Allah.

              
Betapa kuatnya nafsu manusia mempertahankan hartanya selama ia merasa sehat, ia mengira bahwa kematian hanya akan mendatangi orang-orang yang sedang terbaring sakit atau orang-orang yang sedang menuju ruang bedah operasi

Wahai saudara-saudaraku, saya menangis karena merasa betapa banyak orang-orang seperti diri saya dari kalangan muslimin, mereka yang terlena oleh kesehatan sehingga lupa atau pura-pura lupa bahwa kematian itu tidak membedakan antara yang sehat dan yang sakit, kematian tidak membedakan antara yang sudah tua maupun yang masih muda

Kemudian saya bertanya kepada diri sendiri dan kepada orang-orang seperti diri saya, “Kenapa kita baru menyadari bahwa kita sering menyakiti orang lain, lalu bergegas meminta maaf kepadanya hanya saat kita sakit dan merasa kematian sudah begitu dekat? Kenapa kita masih saja menyakiti orang lain? Padahal ajal dapat menjemput kita dengan tiba-tiba

             
Sebelum melangkahkan kaki untuk menyakiti orang lain, hendaklah kita menahan diri, jangan sampai kita menghadap Allah Ta’ala dengan membawa kesalahan karena menyakiti orang lain yang dapat mendatangkan siksa neraka –semoga Allah melindungi kita darinya

           
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

Jauhilah perbuatan zhalim, karena sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” (H.R.Muslim 2587)

           
Beliau juga bersabda,”Barangsiapa menzhalimi (menyerobot) tanah orang lain seluas satu kilan maka tanah itu akan dikalungkan dilehernya sebanyak tujuh lapis bumi” (H.R.Bukhari 2453, Muslim 1612)

Beliau juga bersabda,

Barangsiapa menzhalimi saudaranya dengan menodai   harga dirinya atau lainnya maka hendaklah ia segera meminta maaf, sebelum tiba saatnya tidak berguna dinar ataupun dirham, sehingga -saat itu- amal shalih orang yang berbuat zhalim tersebut akan dikurangi setimpal dengan kezhalimannya.. Jika ia tidak memiliki amal shalih maka kesalahan –dosa- orang yang ia zhalimi akan dibebankan kepadanya” (H.R.Bukhari 2449)

             
Dalam hadits qudsi beliau menyebutkan bahwa Allah berfirman,

Wahai hamba Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diriKu, lalu Aku mengharamkannya atas kalian semua, maka janganlah kalian saling menzhalimi” (H.R.Muslim 2557)

Saudara saudariku sekalian, saya menyadari bahwa saya sering berbuat zhalim, saya dan orang-orang yang seperti saya telah terlena oleh kenikmatan hingga melupakan kematian, terlena oleh pertemuan-pertemuan hingga melupakan perpisahan  Mari segera menuju ke jalan Nya sebelum terlambat-   .

   

Ya Rabb Sembuhkanlah Penyakit yang aku Derita

Source http://www.islam.house.com
Iklan

Diterbitkan oleh

55 tanggapan untuk “>Cukuplah Maut sebagai Pengingat”

  1. >Kita tidak tahu jatah waktu kita, untuk itu mari kita semua mempergunakan waktu yang ada untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama dan alam semesta ini!

  2. >Sebagai seorang Muslim saya tidak takut mati,tapi yang saya takutkan adalah bekal untuk menghadapi kematian apakah sudah cukup.Terimakasih P.Munir atas pencerahannya.

  3. >mantaf, namun sayang, banyak juga yang melakukan tindakan konyol karena keputusasaan dengan: bunuh diri dengan slogan 'berani mati' padahal 'takut hidup'; nagudzubillah.. met hari pendidikan nasional mas… maaf telat, listrik mulai disco lagi sejak kemarin 🙂

  4. >Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Dan kita terkadang tidak menyadari bahwa hari-hari yang telah kita lewati justru semakin mendekatkan kita pada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain.

  5. >Ada orang bijak yang mengatakan, secara global sesungguhnya Allah hanya memberi satu nikmat saja kepada manusia, yakni nafas. Begitu nafas itu berhenti, maka berhenti pula berbagai kenikmatan yang ada. Itulah sebabnya, mengapa Nabi mengatakan bahwa sesuatu yang bisa memutus segala kenikmatan adalah kematian. Meskipun secara hakiki hanya Allah yang mencabut semua itu. Anehnya, sesuatu inilah yang paling sering kita lupakan.

  6. >Sering kali gebyar kehidupan duniawi mudah membuat kita terlena. Apalagi ketika begitu semakin banyak perlengkapan hidup dengan segala macam kemajuan, kemudahan dan kenikmatannya yang semakin mengepung kita di masa modern ini. Semua itu kerap menggoda dan melalaikan kita.Muncullah berbagai prinsip hidup sesat seperti materialisme , hedonisme , permisivisme dan lain-lain yang sejenisnya. Dalam keadaan seperti itu, nasehat dari siapapun biasanya tak lagi digubris. Tapi pada dasarnya kita harus ingat bahwa setiap kita memiliki penasehat yang sangat ampuh, yaitu kematian.Bila sejenak merenungkan kematian yang sewaktu-waktu pasti akan datang, pasti kita akan lebih hati- hati dalam melangkah.Rasululloh saw bersabda :”Cukuplah kematian itu sebagai nasehat”. (HR. Thabrani dan Baihaqi).

  7. >Orang yang melalaikan datangnya kematian, berarti kehilangan penasehat terbaiknya. Kehidupannya akan mudah tergoda dan terperosok dalam kelalaian. Keterlenaannya mengejar kehidupan dunia, kenikmatan sesaat dan bermegah-megahan membuatnya lalai mempersiapkan bekal akhirat hingga kematian menjemput. Akibat lalai dengan nasehat kematian, akhirnya hanya berujung kepada penyesalan abadi di neraka jahim.“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi).

  8. >Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa. Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

  9. >Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa. Fiqih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

  10. >Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara. Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

  11. >Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga. Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

  12. >saya ada cerita sedikit sob soal ingat mati, kala itu saya sedang ditengah laut lepas bersama beberapa teman sedang memancing, entah kenapa kapal kami lantainya bocor besar, dan air pun masuk dengan derasnya kekapal kami. semuanya pada panik, "ya Allah, hanya sampai sejauh inikah umur saya?" gumam saya dalam hati kala itu.. saya takut sekali saat itu, amal kebaikan saya masih sedikit, dan dosa saya masih banyak. terbersit dipikiran saya soal tawasul dengan amal kebaikan (ada haditsnya), maka saya berdo'a dengan bertawasul tersebut, alhamdulillah kami selamat. Yang kedua, saat subuh ketika saya masih bekerja diluar, saya mengendarai sepeda motor, dan saya ditabrak dari belakang oleh motor lain dengan sangat kencang, saya terpelanting hebat, jungkir balik sampai empat kali saya saat itu, motor saya pun rusak parah. kala saya salto diudara itu entah kenapa dari mulut saya begitu saja keluar ayat "Allah hul ladji khalaqos samaa waatii wal ardi wamaa bainahumaa fii sittaati ayyaamin tsummas tawaa 'alal arsy…" (ayat di surat As Sajadah)ajaib, saya selamat kala itu berkat ayatNya, padahal kalo diliat dari cara ditabraknya dan cara salto hingga jatuhnya, orang menyangka saya gak akan selamat, orang-orang pun pada takjub menyaksikan saya sehat aja tanpa cidera.Nah maksud cerita saya ini adalah bahwa maut itu dapat datang kapan saja, dan kita tidak bisa untuk mengelak darinya. Untuk itu mari kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dan memperbanyak "bekal" kita kalau sewaktu-waktu maut menjemput kita, insya Allah kita siap..terima kasih ruang komennya sob..

  13. >Terimakasih mas, dh ngingetin. Dgn mengingat mati..akal dan hati mendapat shockterapi..membuat manusia mw merenungkan untk apa dia hdup dan sampai kapan?

  14. >idza jaa a ajaluhum laa yastakhiruuna sa’atan wa laa yastaqdimuun… Mudah2an selalu ingat akan kematian dan bekal2 apa yg sudah kita persiapkan

  15. >“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

  16. >WAH MENARIK NIH. BISA DINIKMATI SEMUA ORANG, MEMBERIKAN INFORMASI YANG OKE PUNYA. SEMOGA SELANJUTNYA MEMBERIKAN SEBUAH KARYA YANG LUAR BIASA UNTUK DISUGUHKAN KEPADA PARA PEMBACA SETIA.MAMPIR KE BLOG KAMI

  17. >hmmm banyak renungan dari artikel ini mas…dengan mengingat mati kita bis semakin sadar siapalah kita di atas luas duniaNYA…mari bersama2 melihat dan mulai mengoreksi diri sendiriSukses Slalu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s