>Pertanyaan anakku tentang Moralitas dan Budaya

>

Anakku masih kecil , usianya baru 4 tahun lebih, kegemarannya menonton film kartun dan nyanyi lagu anak-anak, tetapi untuk menyanyi lagu anak kami terpaksa harus membelikannya vcd-vcd jaman dulu , karena di televisi nggak ada lagi lagu untuk anak kecil , bayangkan anak-anak umur 10 sampai 12 tahun dipaksa menyanyikan lagu cinta atau lagu dewasa lainnya , bagaimana dengan  perkembangan otak anak, tidakkah anak akan matang sebelum waktunya, lalu siapa yang salah, apakah kita rela mengorbankan perkembangan moral anak-anak demi mengejar selera pasar, maka lihatlah hasilnya , anak kecil sudah bisa menggoda gadis yang lebih tua darinya.Mereka lebih gampang menghapal lagu-lagu dibanding pelajaran sekolah, karena idola mereka sendiri yang baru berumur 10 – 12 tahun dengan fasih menyanyikan lagu yang terasa janggal di ucapkan oleh anak kecil , saya masih ingat ketika dulu  ada lagu, di obok-obok, 1+1, Abang Tukang Bakso, Ku ku ku ku, dan masih ada Papa T. Bob yang rajin bikin lagu untuk anak kecil, dan anak kecilpun getol menyanyikan semua lagu itu. Sekarang anak saya bertanya “ayah di TV nggak ada lagu burung kakak tua, atau naik kereta api”, Entah bagaimana aku menjawabnya.
Kemudian dengan tidak sengaja , suatu hari anak aku menonton sebuah acara tentang kriminalitas, melihat massa yang tawuran, kemudian ada pula masyarakat kita yang main hakim sendiri, memukuli orang yang disangka penculik, padahal bukan, kemudian ada pula yang menghakimi pencuri sampai meninggal. Anakkupun bertanya lagi , banyak orang jahat ya yah, suka berkelahi, suka mukul , takut ah? apakah moral dan budaya bangsa kita sudah demikian rendahnya, mengapa rakyat kita menjadi manusia yang gampang curiga dan cenderung menjadi buas, dengan alasan apa kita boleh membunuh orang lain, meski orang itu penjahat namun tidak ada alasan untuk menghakimi apalagi sampai mati, nyawa itu titipan Tuhan dan hanya Dia saja yang boleh mengambilnya. 
Media Massa pun turut berperan dengan memberitakan kejahatan dan perilaku bejat dengan gencar berulang-ulang dan boleh dikata setiap hari , nah coba lihat apa pernah mereka meliput kegiatan pesantren sampai satu jam penuh?. Karena memang masyarakat kita sudah terlanjur suka menonton gosip dan berita-berita miring , kalau berita bagus pasti deh di pindah channelnya.Inilah Kehancuran Moral, Kehancuran Akhlak  dan jika kita tidak menyadari maka pada suatu saat akan mencapai puncaknya. Entah bagaimana lagi aku menjawab pertanyaan-pertanyaan anakku ,yang lain, karena saya yakin itu hanya dua pertanyaan  dan akan segera menyusul pertanyaan-pertanyaan lain, jadi pusing memikirkannya. Tetapi saya akan jawab nak itu hanya sebagian kecil orang-orang di negeri kita  yang lainnya  masih banyak yang baik.  Postingan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam acara digagas oleh Trimatra dalam .
Iklan

Diterbitkan oleh

50 thoughts on “>Pertanyaan anakku tentang Moralitas dan Budaya”

  1. >peran orang tua sangat dibutuhkan gan, namun saya juga sangat prihatin melihat acara tv sekarang, banyak acara anak-anak kecil namun bintang tamunya adalah band-band yang harusnya disuguhkan untuk para remaja,,, namun saya sangat salut dengan acara di Trans7, setiap siang sampai sore mereka menampilkan informasi yang sanagt berguna bagi anak-anak….

  2. >Setuju Pak, media masa memang punya andil besar dalam merubah 'sudut pandang' moralitas bangsa ini. Jadi ingat Faidzil Adzim yg tegas dalam bersikap pada televisi untuk keluarganya : say no to TV.Selamat pagi Pak, salam kenal.

  3. >Kadang saya malu melihat TV dengan anak-anak, semuanya terlalu vulgar! Acara selama 24 jam tidak pantas dilihat anak-anak! Pembawa acaranya terlalu genit dan main peluk sana-sini seperti suami isteri saja! Celoteh anah sekarang membuat miris!

  4. >Betul sekali pak, saat ini acara tayangan tentang agama hanay pada waktu 2 tertentu mungkin hanya dibulan Ramadahan saja, apakah kita hanya butuh satu tahun sekali acara tersebut ? sedangkan kita membutuhkan setiap waktu dan detik.Terimakasih pak artikelnya, sangat mencerahkan.

  5. >bagus jg anak2 mau bertanya tentang hal itu, dan disitulah peran orang tua untuk memberikan arahan dan pendidikan yg jelas sehingga moralitasnya tinggi ga kyk pemuda indonesia skr..cek..cek..cek

  6. >Turut prihatin dengan budaya manusia zaman sekarang.. Good artikel mas munir.. Oya terimakasih sudah berkunjung ke blog saya mas.. Saya senang di kunjungi sama blogger senior.. ^_^ (yang blogger seniorkan mas munir, saya mah masih newbie di dunia per-blog-an mas ^_^)..

  7. >Pertanyaannya begitu cerdas bangkalo anak semua bertanya seperti itubapaknya pasti akan pinter2 Bang Munir bisa minta tolong komen di postinganku yang ini ya?thanks sebelumnyahttp://www.itikholic.com/2010/06/speedy-dengan-konten-barunya.html

  8. >miris juga melihat keadaan seperti itu. media, entah itu televisi, koran ataupun lainnya membuat kita dengan mudah mengetahui berita terbaru. memang modern, berarti kita akan semakin maju. namun tidak selamanya pendapat itu benar. seperti yang anda diutarakan di atas, saya sependapat. sekarang ini banyak sekali anak kecil yang hapal menyanyikan lagu" dewasa yang notabene lebih banyak tentang percintaan. dan seakan para penulis lagu seperti ibu sud dkk seakan tenggelam. mungkin sekarang anak-anak lebih hafal dalam syair lagu cinta ketimbang syairnya lagu perjuangan. kejahatan? dasar dari itu adalah keimanan. peran serta orang tua juga sangat berpengaruh bagi perkembangan mental anak.postingan yang menarik 🙂 salam kenal ya

  9. >Rasanya memang sulit membendung arus informasi terutama dari media televisi, mungkin perlu perhatian xtra dari ortu untuk bisa mendampingi anak2 agar bisa memilah dan memilih tontonan yang baik………Salam hangat & sukses selalu…

  10. >semua aspek kehidupan berpengaruh untuk soal moralitas.ya mungkin media adalah yang paling dekat dengan untuk saat ini,karena semua info bersumber dari situ.hehe

  11. >beLakangan ini media Lebih tertarik terhadap niLai-niLai komersiaLnya tanpa memperhatikan arahan pendidikan untu perbaikan moraLiras generasi muda, hmmm… sebuah ironi daLam perkembangan kemajuan teknoLogi informasi dan komunikasi.terima kasih Pak atas sharenya, sekaLian ijin jadi foLLower di bLognya Pak Munir.

  12. >Seperti mencuci selembar kain yang luntur, sehingga menyebabkan air bilasannya menjadi berwarna seperti warna kain yang luntur, dan akhirnya air bilasan itu tadi dibuang begitu saja. Begitu juga dengan moral bangsa kita yang mulai luntur dan terbuang dengan percuma, sehingga tak ada lagi sisa moral yang mengendap dalam diri bangsa.Dijawab aja mas, pertanyaan anaknya dengan bahasa yang diterjemahkan sesuai kamus anak-anak, supaya dianya juga ngerti, kasian tuh, kalau nggak dijawab, jadi pertanyaan seumur hidup ntar, he…he…he… tapi terkadang menjawab pertanyaan anak-anak memang tidak mudah menemukan jawaban yang pas sesuai usia mereka. Sayapun pernah mengalaminya.

  13. >bang munir, tipi kita mang ga ada yang bagus isinya..jadi bagusnya matikan saja tipinya..ganti dengan aktivitas lainnya…saya dulu dirumah ga ada tipi (karena ga mampu beli ortu), tapi efeknya bagus sekarang, saya ga terlalu tergantung tabung kaca itu, lagian isinya memang menurut saya busuk2..

  14. >semakin sulit bagi orang tua untuk mennyaring informasi bagi anak2…pada situasi dankondisi saat ini….banyak2 berdoa ajalah sama Yang punya dunia aja deh

  15. >Akun juga sedikit prihatin dengan bangsa ini Sob….ga tau kenapa klo ngliat Idola Cilik aku koQ ga abiz pikir anak2 SD udah nyanyi tentang Cinta…….apalagi kmaren pas aku nonton Twilight yg bergenre Dewasa…aku koQ heran ada yg nonton film itu dengan anaknya yg masih kecil….dalam hati aku mikir mungkin klo aku yg punya anak mending aku ajak nonton Toy Story atau film lain tentang kekeluargaan atau yg bersifat umum,…..kayanya media massa emank ikut berpengaruh Sob…..Sebelumnya aku minta maaf baru bisa mampir… sukses slalu Sob!!!

  16. >sy pun sgt prihatin mlihat knyataan yg sperti ini sob.. bgmna nasib bgsa ini kdepannya bila generus2nya telah byk "terkontaminasi" oleh hal2 yg tidak pantas

  17. >setuju….media kita sekarang sudah berbahaya, seolah2 tanpa kontrol memang. Kebebasan pers yang salah di artikan mungkin. di negara sayah ini (indonesia) media memang mempunya peran yang sangat besar dalam membentuk stigma masyarakat. orang tua pun sekarang harus sadar dan segera mengambil tindakan untuk anaknya, seperti menemani anaknya menonton Tv dan selalu memberi penjelasan yang baik ketika sang anak bertanya.sebuah cerita yang sangat manis,…

  18. >sangat ironis, yang jelek selalu di nomor satukan, :), semoga moral bangsa semakin membaik, mulai dari diri sendiri dulu :), keluarga, lingkungan terkecil lingkungan terdekat, itu yang aku lakukan :), nice post Om 🙂

  19. >perkembangan teknologi memang memberi sisi plus minus disinilah peran penting orang tua dalam mengarahkan dan menjelaskan perkembangan yang terjadi dengan memberikan jawaban yang bijak agar para anak2 bisa menerima sesuai dengan intensitas nalarnyaSukses Slalu!

  20. >kalaupun ada kemaren lagu anak-anak, tetapi lagu-lagu tersebut bukanlah lagu yang mendidik anak …pak liek sendiri miris ketika melihat acara idol anak … ternyata kebanyakan mereka menyanyikan lagu orang dewasa …"sapu tangan dikipaskan terbuat dari sutera …."

  21. >sbg org tua juga dituntut berperan aktif dlm mengawasi tontonan TV anak2 kita.. Dan bagi pihak TV, kita berharapo agar penempatan berita seperti diatas dilakukan di jam dimana anak2 sdh tertidur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s