>Kaliku

>

SEEKOR IKAN BERONTA LALU MENGAPUNG
DI DALAM AIR DAN MATI. LALU SEEKOR LAINNYA
MENGAPUNG LAGI DAN MATI LAGI
HINGGA SUATU HARI TAK LAGI ADA IKAN LAINNYA,
YANG BERENANG DAN BERMAIN DI KALI YANG 
TELAH BERUBAH MENJADI TEMPAT SAMPAH DAN TERKONTAMINASI
Iklan

Diterbitkan oleh

24 thoughts on “>Kaliku”

  1. >wc terpanjang di dunia adalah sungai dan kali dari negeri kita…..!!! itu karena perilaku kita…sembrono dan sontoloyo,,,,jiahahaha…harus ada gerakan blogger niy bang…judulnya restorasi blogger…era dunia IP….jiahahaha…

  2. >dulu itu di depan rumah saya, mudah sekali dapat ikan bang, soalnya dekat dengan ciliwung, setelah itu sekitar tahun 1999 saya pindah dan menjadi guru sekolah smp, dan sekarang sudah di jual rumahnya..suatu saat saya kangen mau kesana lagi tapi apa yang saya lihat.. bukannya ikan dan air yang dulu jernih tapi sampah dan airnya pun sekarang menjadi coklat,, banyak sedimentasi sampah seperti sedimentasi batuan yang serupa..kalau orang geologi eskursi bisa tertipu tuh bang…ukur kemiringan batuan malah ukur kemiringan sampah…

  3. >duLu sekitar tahun 80-90an di kaLi dekat rumah saya banyak sekaLi ikannya dan sangat mudah untuk memancingnya, sebentar saja sudah banyak dapat ikan besar (mujair, LeLe, gabus, sepat siam) Lumayan untuk Lauk makan, sampai-sampai ikan sebesar teLapak tangan orang tidak kami ambiL dan dikembaLikan Lagi. tapi sejak sekitar awaL tahun 2000an sampai sekarang, ikan-ikannya pada raib entah kemana dan warna air kaLinyapun sudah berubah warna kehitaman.mungkin iniLah yang disebut dengan pencemaran Linkungan.

  4. >Labelnya itu lho, Pak! Masa "puisi ngawur"??? Hahaha. Tulisan saya juga sering saya labeli "asal bunyi". "TELAH BERUBAH MENJADI TEMPAT SAMPAH DAN TERKONTAMINASI"Hmm. Tapi saya suka puisi ngawur ini 🙂

  5. >Sekarang ikannya pindah ke lapak" pemancingan yg dibeli dari waduk" di daerah jawa barat sana pak, sementara melihat dikali kita sendiri, cukup sudah kita menahan selera makan.

  6. >Waduh ternyata pencemaran berpengaruh sekali terhadap populasi ikan ! Tidak bisa dibiarkan itu mas, kalau kita biarkan ntar bisa-bisa sampai ke laut dan juga bisa mempengaruhi populasi yang ada di laut.Salam kenal yah mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s