>Keluarga Indonesia

>Album foto keluarga pada tahun 2000-an tentu saja berbeda dari album foto pada tahun 1900-an. Di dalam album baru itu kita dapat melihat perubahan-perubahan di dalam struktur dan ukuran keluarga, serta kemajuan-kemajuan teknologi dalam pengambilan foto itu sendiri.

Sepanjang abad yang lalu, perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ekonomi dan angkatan kerja yang disebabkan oleh industrialisasi dan urbanisasi telah mengubah struktur keluarga. Sebagai contoh, dewasa ini banyak kaum perempuan bekerja di luar rumah, jumlah orangtua tunggal meningkat secara tajam, dan komposisi keluarga tidak lagi keluarga batih tradisional. Namun demikian, satu gambaran tidak berubah: Relasi primer di dalam keluarga tetap merupakan landasan bagi kesejahteraan makhluk manusia. Keluarga membesarkan dan mensoalisasikan anak-anak.

Sebenarnya, keluaga adalah bagian yang integral dari perkembangan anak di dunia luar, saya jadi terenyuh kalau melihat foto-foto keluarga tahun 1980 an semua masih begitu erat , makan siang, makan malam dan bercengkerama masih begitu kental, maka tidak heran jika saat itu  keluarga masih merupakan filter yang sangat kuat untuk menangkis segala macam pengaruh buruk dari luar, karena setiap ada masalah maka akan diperbincangkan secara hangat dan bisa dicarikan solusinya. Sehingga waktu itu belum banyak anak yang terperosok kepada hal-hal yang buruk

Namun saat ini tidak jarang masing-masing pihak keluarga sibuk dengan urusan sendiri , bekerja sampai malam, kemudian ditunjang oleh kecanggihan teknologi dimana biasanya cukup dengan kontak melalui hp maka orangtua kemudian tidak terlalu perduli lagi , yang penting masih bisa dihubungi. Lalu tidak jarang anak yang kesepian mencari hiburan dan mengisi kesepian dengan bergaul dengan banyak orang, nah dalam pergaulan inilah yang sering berbahaya jika salah bergaul, lalu tertarik mencoba segala hal. Sering juga anak mendapatkan masalah lalu tidak tahu hendak mengadu kemana untuk mencari dukungan karena keluarga jarang berkumpul , setiap pulang dari kerja orang tua sudah capek dan pingin istirahat.

Bukan menyalahkan wanita karir atau ayah yang supersibuk, tapi hendaknya keluarga harus tetap menjadi prioritas utama dan harus selalu menyempatkan waktu 1 atau 2 jam untuk bercengkerama mendengarkan uneg-uneg anak setiap hari, dan pada hari libur mesti diusahakan untuk libur bersama ketempat-tempat yang tenang.

Masihkan keluarga anda hangat dan kuat ikatannya, kalau tidak marilah kita usahakan dari sekarang jangan sampai terlambat, mari jadikan keluarga sebagai benteng dari hal-hal negatif dan tempat paling hangat untuk saling berbagi suka dan duka, Salam

Iklan

Diterbitkan oleh

39 thoughts on “>Keluarga Indonesia”

  1. >Semua kembali pada diri masing2 dan menajalani dng gaya hidupnya yang beraneka ragam, Alhamdulillah tahun demi tahun tak pernah ada perubahan pada kami, masih seperti dulu dalam menjalin kerukunan keluaraga dengan selalu mengabadikannya dalam bingkai foto.

  2. >Sepakat mas, apalagi dengan kemajuan teknologi jaman sekarang, ikatan dalam keluarga harus lebih solid lg. Tdk jarang, ayah ibu sdh menanamkan nilai-nilai baik di rumah, eh di luar dpt kontaminasi jelek,kl sesama anggota keluarga sdh kehilangan sensor keperduliannya, wah bisa kecolongan…:)

  3. >benermari selalu mempererat tali kekeluargaannb :psssst rahasiaku terbongkar jiahahahahahahahatuh postingan telah diedit, ketika mulai mengetahui postingan yg bersambunghehehehe

  4. >kekompakan dalam keluarga memang diperlukan dan menjalin kekompakan tidak terlepas dari komunikasi yg baik antara sesama anggota keluarga

  5. >Aslmalkm wr.wb.Apa kbr Bang Munir,smg baik ya,Af1 lm tdk aktif di dumay,ini silatrhm agar tali ukhuwah yg prnh trbina tak trputus.Salam hangat dan sukses selalu.Betul Bang, skrg dg adanya teknologi acr kumpul jd brkurang..

  6. >Wah untungnya klo keluargaku ya masih bisa ngumpul… ibuku juga cuma ngurus rumah dan ga kerja dan ayahku kerja cuma jam 4 sore juga udah pulang sama kaya Kakakku da aku Sob jadi klo malem ya bisa ngumpul semua……

  7. >wah,,,setuja banget ama tulisan ini…dulu sayah ngerasa sangat iri ketika melihat kawan2 sayah,,,yang deket banget sama ortunya,,,selalu bisa ngumpul setiap hari,,,tapi sayah yang sekarang tahu,,,bahwa sayah lah yang harus meluangkan waktu buat mereka (ortu) karena memang beban dan kerja mereka jauh lebih berat dibandingkan sayah..

  8. >setiap memandangi foto keluarga kita yang ada di album,… maka terulang kembali kisah indah yang terangkai bersama yang tidak akan pernah terulang lagi…Saya jadi sedih rasanya.

  9. >wahaaaa ye heee, keluarga say adalah keluarga yang harmonis :), semoga bisa nurun ke saya nanti bang kalau sudah punya istri (pacar aja belom punya) hahaha, bang munir, follow twitter say juga yaaa @shudaiajlani

  10. >Rupanya bang munir mulai gelisah melihat 'cermin' keluarga jaman sekarang. hehehe…. sepertinya memang keluarga menjadi sekumpulan 'orang lain' dalam satu atap. Masing-masing terasa asing.Saya sepakat, keluarga harus tetap menjadi prioritas utama.

  11. >melihat ALbum kelurga masa lalu merasa sedih karena diantara mereka sudah tidak ada laghi bersama-sama dalm kehidupan ini., semoga kelak kita dapt berkumpul kembali bersama di yaumil akhir dengan Rahmat Allah SWT

  12. >RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untukMENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIASalam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaankI Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s