>Gamelan Masuk dalam kurikulum Pendidikan di USA

>

Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya, adapun propinsi yang mem- pergunakan gamelan sebagai musik utama. Dan gamelan adalah salah satu kebudayaan Nasional yang harus dilestarikan, namun sayang generasi muda kita jarang yang mau belajar Gamelan hanya yang tua-tua yang berusaha menggunakan alat musik ini.

Dibawah ini propinsi yang menggunakan gamelan

                                                                          
Lampung , namanya Talo Balak                                                
Sumatera Selatan,
namanya Kelintang 12
Jambi ,
namanya Kelintang/Tauh
Sumatera Barat, namanya Talempong
Kalimantan Selatan, 
namanya  Gamelan Banjar
Kalimantan Tengah,
namanya  Gandang Garantung
Jawa Tengah,
namanya  Gamelan
Jawa Barat,
namanya Degung
Jawa Timur,
namanya Gamelan
Yogyakarta,
namanya Gamelan
Bali ,
namanya    Gamelan
NTB (Kabupaten Lombok),
namanya Gamelan Lombok
Kabupaten Lombok,
namanya Gamelan Gendrung
Kabupaten Sumbawa,
namanya Gamelan Sumbawa
Kabupaten Bima,
namanya Gamelan Bima

Perangkat-perangkat Gamelan :
Bilahan :      gambang, gender, saron, slentem.
Pencon :       gong, kempul, ketuk, kenong, bonang.
Kebukan :    Kendhang
Sebulan :     Seruling
Dawai :        Rebab, siter

(Sumber Pict  BSE Seni Budaya SMK kelas X )

Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.]. Worlds of Music 235)

Meski kurang diminati oleh generasi muda namun di luar negeri Gamelan sangat digemari oleh bangsa-bangsa Eropa atau bahkan Amerika Sendiri. Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi, namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik, gamelan dibuat dengan cara ditempa.
Gamelan gaungnya telah mendunia, komponis abad 20 Debussy, pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986, di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. Dan puncaknya seperti yang dilansir oleh Metro TV bahwa Amerika  menjadikan Gamelan masuk kedalam kurikulum pendidikan di Amerika. Kalau orang dari luar saja begitu menghargai kebudayaan Nasional Kita, mengapa kita tidak berusaha untuk melestarikannya.
Iklan

Diterbitkan oleh

37 tanggapan untuk “>Gamelan Masuk dalam kurikulum Pendidikan di USA”

  1. >Gamelan merupakan seni budaya dari kita,,,kita bangga kalau gamelan di minati dan banyak di mainkan oleh orang uar. tapi kadang orang pribuminya sendiri malah kurang memperhatikan gamelan tersebut…Postingan yang mnarik…good blog and good post.

  2. >wooow mantab, terus terang saya langsung berbangga hati sebagai orang Indonesia mengetahui gamelan menjadi salah satu kurikulum pendidikan di amrik sana, MANTAAAB !!

  3. >Ini yang miris Sob…. padahal banyak negara tetangga bahkan sampe negara maju kaya Amerika Serikat yang menghargai Budaya kita, tapin sayang kita yang punya budaya malah ga perhatian….. smoga kita bisa lebih melestariukan budaya kita khususnya gamelan ini ya Sob.. jangan sampe diambil sama Malaysia lagi………Semangat n Happy blogging Sob..!!!

  4. >mantaaf…ternyata wong amerika hobinya sama dengan saya, xexexe…orang yang sangat bangga disebut dengan gelar alkatro.., gara-gara punya hobi 'yang dianggap aneh' karena suka dengerin gamelan,nonton wayang atau nyanyi lagu macapat.. 🙂

  5. >bener sekali bang… kenapa ya bangsa kita sendiri malah kurang menghargai gamelan tapi di luar sana… kebanyakan malah takjub dan kepengen sekali mempelajari hal ini… moga saja semua ini membuka kesadaran kita untuk kembali mau melestarikan budaya leluhur yang sangat agung…

  6. >adaorang indonesia yang telah menciptakan software virtual gamelan beberapa tahun yang lalu, untuk memacu minat pelajar thd hal tsb; entah sudah dipatenkan apa belum;kebetulan beliau pernah mengajar seni musik sewaktu saya masih smu..

  7. >yang diherankan…budaya indonesia dan ciri khas indonesia mulai budar dikarenakan pemuda-pemuda indonesia sendiri kurang peduli untuk melestarikannya…kenapa ya…????salam adem ayem

  8. >disana perbedaan sistem pendidikan dengan disini sangat kontras pak. mereka menitik beratkan pada proses, sedang disini menitik beratkan pada nilai NEM.. jadi apapun yg dikurikulumkan bisa menjadi nilai tambah bagi siswa. kapan sistem pendidikan disini akan berubah ya?

  9. >Iya ya, knp juga kita kurang melestarikannya. Mungkin kalau bisa dipadu dgn alat musik lain tuh, biar enak ngedengerinnya, jadi makin banyak yg suka deh sama gamelan. (Maaf) Saya sendiri sejujurnya si memang kurang suka dengerin gamelan kalau murni musiknya dari gamelan saja.

  10. >mesti bangga donkmalah orang luar sana yang mempelajari lata musik tradisional kitadi Keraton Kutai juga menggunakan Gamelandan menurut sejarah asal muasalnya adalah merupakan hadiah dari Sultan di pulau Jawa:)

  11. >MAMPIR UNTUK BERPIKIR POSITIF BERSAMACONTOH YANG BAIK DIMANA BANGSA ASING SAJA MENGHARGAI BUDAYA KITA, MARI KITA BANGSA INDONESIA SEMANGAT MENGHARGAI BUDAYA KITA INI… ^_^

  12. >Pagi Sob…setelah posting tentang pendidikan aku mampir lagi disini…….. batik, gamelan, dan semua kebudayaan udah semestinya kita lestarikan….Happy blogging n semangat!!!

  13. >Riau Kepulauan tak punya gamelan tapi punya kompang, merambah ke daerah se aliran Sungai Siak.Riau daratan ada yg mirip gamelan dengan nama Talempong (mirip dengan punya Sumaetera Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s