>Mari kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa

>Integritas bangsa Indonesia menghadapi ujian yang berat di era globalisasi. Dari luar negeri kita menghadapi serbuan budaya global yang masuk melalui beragam media komunikasi dan informasi, sedangkan dari dalam kita menghadapi fenomena hilangnya nilai-nilai luhur bangsa. Rakyat menjadi pemarah, mudah curiga dan gampang terprovokasi. Tawuran antar kampung, antar pendukung, main hakim sendiri adalah hal yang biasa kita lihat di  TV, Mahasiswa dan Pelajar apalagi , Tawuran jadi hobby. Fenomena itu diperparah dengan munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat, kemudian yang menyeruak paling belakang adalah Perilaku mesum yang muncul dimana-mana, . Apa muara dari semua itu? Tidak Tahulah kita cuma bisa berdoa mudah-mudahan Tuhan tidak mengazab negeri kita seperti yang telah ditimpakan kepada kaum-kaum terdahulu..

Adalah sesuatu yang mengherankan saat Pancasila kita sepakati sebagai sumber nilai dan norma kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi semua penyimpangan tersebut  masih bisa terjadi hanya karena masalah yang kecil dan sepele. Apa yang harus kita lakukan agar kedamaian hidup serta perilaku luhur  anak bangsa bersemi kembali di persada Nusantara. Marilah mulai dari diri sendiri memperbaiki tingkah laku dan moral kita dan juga melakukan langkah-langkah dibawah ini:
1. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Agama dan Sosial
2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
3. Memperkuat Nasionalisme (Kesadaran Nasional).
Terakhir ijnkanlah saya mengutip satu syair pedalangan milik (Ki Piet Asmara Mojokerto) yang berisi nilai luhur budaya bangsa
Swuh rep data pitana,
Rep swuh rep, rep swuh rep saking karsaningsun,
Sekar kawi kang sinawung,
Kinarya resmining kidung,
Binarung swaraning gending Gandakusuma munya,
Kekanthening Budaya, ing nguni Budaya iku tanama,
Anane Budaya iku saking Negara,
Dhawuhe andika wali,
Kang sinawung mring pra pujangga Jawi,
Kinarya tepa tuladha,
Karo dene para janma sujana,
Lan swartane budi kang wus uning,
Ginane krawitan angiringi Budaya,
Ana gambaran ……….,
Mirip rupa warna jalma mengku sastra kang sunandhi,
Kedhik janma ingkang udani,
Manawa tan parameng kawi,
Lungguh panggung nyawang gegambaran,
Gegambaraning agesang,
Manungsa kang ana madyapada,
Aja kate darbe tindak ala,
Ngudia mring kautaman,
Dimen manggih kayuwanan.
yang artinya :
Dari suasana sepi, suwung, sunyi (awung-awung), kemudian
ada cerita,
Sunyi karena kehendakku,
Sekar (tembang) kawi yang menyertai,
Sebagai kidung resmi (sejati = suci),
Bersama suara gending Gondokusuma,
Sebagai bagian kebudayaan yang dulu tak ada,
Kalau ada berasal dari Negara,
Atas perintah para wali,
Yang direstui oleh para pujangga Jawa,
Sebagai suri teladan (contoh),
Bersama para cerdik-pandai,
Serta para budiman bijak,
(bahwa) fungsi gamelan sebagai pengiring seni Budaya,
Yang berujud gambaran,
Seperti wujud manusia ini mengandung sastra terselubung,
Sedikit orang yang mengerti/mengetahui,
Jika bukan ahli kawi (Budayawan),
Duduk di panggung mengamati gambaran,
Yaitu gambaran hidup dan kehidupan,
Manusia yang berada di dunia,
Jangan sampai berperilaku jahat,
Biarlah belajar tentang kebaikan/kesucian,
Agar mendapatkan keselamatan.
Iklan

Diterbitkan oleh

64 tanggapan untuk “>Mari kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa”

  1. >itulah karena pengaruhnya budaya barat ditambah lagi teknologi yang begitu super modern yang mengakibatkan bangsa kita (anak2 kita) terbius olehnya dan susah sekali untuk mengontrolnya.padahal nilai luhur budaya kita lebih tinggi, lebih mulia dan lebih terhormat. Hanya dari diri kitalah yang harus memulai dilanjut lagi dengan keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitarnya. juga tak lupa dengan pendidikan agama yang harus diajarkan kepada anak2 kita agar tidak terperosok lebih jauh lagi kedalam budaya barat tersebut.trims atas infonya, sukses selalu n tetap semangat

  2. >Budi pekerti dan nilai luhur dalam kehidupan perlu ditanamkan sejak kecil. Orang tua mempunyai peran besar dalam hal ini, karena pendidikan dasar anak ada dalam keluarga. Insya Allah pendidikan yang baik yang kita tanamkan sejak kecil akan terbawa hingga anak2 kita dewasa.

  3. >Smua yang terjadi akibat pergeseran jaman.Tapi kembali lagi ke individu masing2.Ya..moga aja pelajaran budi pekerti yang pernah diajarkan gak sia2…

  4. >salam sobatmari ,,,setuju kalau kembali ke nilai-nilai luhur bangsa.bwt syair milik Ki Piet sangat menjunjung nilai luhur budaya bangsa dan berisi petuah.

  5. >memang kita sebagai orang-orang yang hidup di era kemajuan teknoLogi harus mampu untuk beradaptasi terhadapnya (teknoLogi), namun bukan berarti terkontaminasi pada haL-haL ironi.

  6. >NIlai luhur bagsa yang dahulu di junjung tinggi oleh masyraakat indonesia denga budaya timur kini telah hilang, semoga kita semua bisa kembali kepada nilai2 tersebut. Ingat Kata Aa Gym mulai dari yang kecil dan mulai dari diri sendiri…

  7. >terkadang peringatan hari pancasiLa hanya sekedar acara seremoni saja tanpa memaknai niLai-niLai yang terkadung di daLamnya.menjawab pertanyaan:kaLaupun pada tuLisan saya ada yang bermanfaat, siLahkan saja om. saya sangat tersanjung, ucapan terima kasih mendaLam teLah bersedia atas perhatiannya pada tuLisan-tuLisan saya yang masih perLu banyak pembeLajaran dari bLogger-bLogger senior seperti om munir.

  8. >Seperti wujud manusia ini mengandung sastra terselubung,Sedikit orang yang mengerti/mengetahui,Jika bukan ahli kawi (Budayawan),Duduk di panggung mengamati gambaran,Yaitu gambaran hidup dan kehidupan,Salam sekali maknanya Bang, saya suka 🙂

  9. >wah keren tuh kang…..bangsa kita akhir'' ini memang sedang menghadapi masalah nasional..belum tuntas satu masalah, muncul dua atau tiga masalah baru….terlebih lagi masalah video mesum yg memalukan itu…bangsa besar tak sepatutnya terkenal dgn masalah seperti itu….kita kembalikan pada diri kita masing'' untuk lebih dapat menjaga dan menjalankan norma sesuai dengan agama masing''….majulah indonesiaku…

  10. >q juga heran kenapa rakyat Indonesia suka tawuran, rusuh.. suka rusak tempat umum (kata-nya mo fasilitas yg nyaman) kadang ada korban kyk tragedi priok (klo udah gini apa untung-nya)jangan bilang klo ga berantem ga keren lah, ga lakilah.. klo q sich biarin aja (emang klo dah d bilang gitu apa untung-nya) yg penting slalu menjalankan perintah Allah dan slalu menjauhi larangan-nyaseperi-nya sulit untuk kembali ke nilai2 luhur jika tiap org-nya ga pada sadar..beda critanya jika rakyat Indonesia kompak.. Pasti dan tidak d ragukan lagi Indonesia maju pesat dan Sejahtera (Mungkin bisa jadi negara Adidaya menggantikan Amerika.. HAHAHA ^_^)

  11. >hehehe chayo bang, ayo maju terus. tp komentar soal postingannya, ngg…. hehehe….aku masih bersusah susah urus diri sendiri.maaf bang, linkny uda kupasang.hehehehe

  12. >Tiga nilai yg saya harus pegang selalu :1. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Agama dan Sosial2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)3. Memperkuat Nasionalisme (Kesadaran Nasional).Saya akan ingat selalu, terima kasih untuk infonya mas Ardi..

  13. >Karya sastra yang berbentuk syair, memang mengandung sindiran pada msyarakat akan nilai-nilai luhur kebudayaan yang perlu dijaga kelestariannya. Tinggal manusianya aja, kerasa apa enggak?

  14. >jaman dimana rakyat mengalami kelaparan di segala aspek, sehingga mudah terseret arus.. dan bangga dalam menerjang norma, kebo bongkang nyabrang kali bengawan.. -dandhanggula version- .. btw penutupnya..mantep banget, ada gendhing gandakusuma. ,

  15. >wow …. keren dan mencerahkan banget tulisannya, pak munir. jadi inget waktu jejeran wayang, pasti sang dalang melafalkan suluk semacam itu. mengingatkan penonton bahwa perilaku yang luhur budi akan membuat suasana jadi aman, nyaman, dan tenteram, yuk, kita praktikkan!

  16. >Wah ajakan yg bagus Sobat…. kayanya bangsa kita emank udah mulai meninggalkan nilai2 luhur bangsa ini……dan parahnya Teknologi banyak yg salah digunakan…… Smoga kita bisa mulai memperbaiki Negri ini mulai dari diri sendiri ya Sob….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s