>Bangga Dengan Foto yang memamerkan Aurat , Kebablasan

>

Entah berapa banyak sudah wanita yang mengupload fotonya kedalam dunia maya, baik yang berpose baik-baik atau malah vulgar, apapun alasannya tetap saja menampakkan aurat adalah haram, yang lebih miris lagi  banyak diantara mereka adalah kaum muslim sendiri.

Apakah mereka tidak takut dengan neraka yang bahan bakarnya dari batu dan manusia, inilah karena banyak yang menganggap style  dan gaya hidup adalah no satu,  agama adalah nomor yang keberapa tak tahulah.

Firman Allah -ta’ala- :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab : 59)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wassalam- menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi -Shalallahu ‘alaihi wassalam- bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Imam Qurthubi -rahimahullah- mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.
Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Hai muslim-muslimah bagaimana islam akan mulia, jika kita semua tidak berbuat mulia, Demikianlah banyak yang islam di negeri kita namun menganggap agama hanya soal ibadah saja, padahal Islam mengatur segala aspek kehidupan.Islam diturunkan sebagai jalan hidup manusia di dunia ini, mengarahkan tujuan seorang manusia agar sesuai dengan yang dikehendaki Sang Pencipta. mengatur setiap hal yang bersangkutan dengan kebaikan hidup manusia. Islam turun bukan hanya sekedar penyejuk rohani, atau ceramah-ceramah kerohanian yang sakral.

Islam diturunkan lebih dari itu semua. Karena Islam adalah jalan kehidupan. setiap anak Adam diciptakan dan diberi pilihan untuk hidupnya. Allah menurunkan Islam sebagai pengatur kehidupan dunia diantara pengatur-pengatur lainnya yang diciptakan oleh manusia. Manusia diciptakan dengan pilihan, dan Allah telah menjelaskan jalan pilihan-Nya.

“terima kasih atas ceramahnya” atau “terima kasih atas siraman rohaninya” adalah beberapa ungkapan ketika seseorang membaca atau mendengarkan tentang Islam. atau di beberapa institut negeri ataupun swasta, militer ataupun sipil, lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah, Islam hanya dikenal sebagai bagian rohani saja.

Memang Islam adalah siraman dan penyejuk jiwa dan rohani, akan tetapi bukan sebatas itu saja. ruang lingkup Islam adalah dari anda mulai membuka mata sampai anda memejamkannya kembali.

Hidup seorang muslim adalah Islam. kegiatan kehidupan sehari-hari adalah Islam. semua telah terangkum dan dijelaskan dengan sangat baik dalam Islam, sampai disetiap masalah, Islam selalu hadir dengan solusi-solusi.

Tata cara “Thoharah” (bersuci) dari mulai mencuci tangan terlebih dahulu setelah bangun tidur, sampai tata cara mandi. dari mulai anjuran-anjuran bagi bujangan sampai rukun-rukun nikah. dari pengharaman riba sampai penghalalan jual beli dan tata cara mencari rezeki yang halal. suami sebagai kepala dan penanggung jawab keluarga dan istri sebagai manager dalam keluarga. apakah itu semua bukan kehidupan? apakah semua itu hanya siraman rohani dan penyejuk jiwa?




Sumber :http://www.artikelislami.com

Support To Kontes SEO Menjadi Blogger  Yang Bahagia 


Iklan

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s