>Bunga Di tepi jalan

>

Andri adalah seorang pemuda pengangguran yang kerjanya Cuma  kesana-kemari tanpa tujuan pasti , padahal ia adalah lulusan SMA dan tidak punya keterampilan dan yang jadi modalnya hanya kemampuan  berbahasa inggris yang tidak seberapa.
 
Setiap weekend ia selalu mangkal di tempat wisata Waetuo, syukur kalau ada turis yang datang biasanya dengan nekad ia akan menjadi guide dadakan. Hari minggu lalu ia sedang beruntung sepasang suami istri dari Irlandia   datang ke Jampue untuk berjemur di Pantai.
Andri  menemani mereka sambil sesekali menerangkan hal-ha mengenai tempat tersebut tetapi rupanya kedua orang tersebut bisa berbahasa Indonesia meskipun sesekali dicampur bahasa Inggris dengan aksen Irlandia yang kental.  Sepulang dari pantai iapun menemani mereka berjalan untuk mencari microlet , sang istri bertanya “Bagaimana perasaan kamu tinggal di Negeri ini. Andri menjawab dengan asal “ Its too difficult live in this country, no work, no money, and so many problems”,. Di depan pasar tiba-tiba  Andri  menendang sebatang bunga matahari, sampai bunga itu patah. “ Why do you do like that. Ujar sang istri dengan heran“.” Take it easy, it’s only  wild flowers”. Kata Andri lagi dengan santai.

Sang suami yang dari tadi diam, tiba-tiba ikut menimpali  “anda orang yang… aneh, saya kira, tadi anda bilang susah tinggal di negeri ini, padahal negeri ini bagaikan surga, yes it’s like  Paradise, belajarlah untuk menghargai negeri sendiri,  mengenai bunga itu anda bilang cuma bunga liar, padahal itu  bunga yang sangat indah, bayangkan bila anda tinggal di Negara kami, setiap musim dingin hanya tinggal dirumah, di depan perapian, salju dimana-mana dan orang – orang tua cuma bisa memandangi pojok rumah tua yang catnya mulai memudar, dengan warna buram atau kelabu, hmm alangkah sedihnya ,   lihatlah negeri anda hijau, matahari bersinar sepanjang tahun , tanah  penuh dengan hasil bumi. Seharusnya anda gembira tinggal di negeri  ini. Andri terdiiam, takjub bercampur malu , alangkah pekanya orang luar negeri dengan lingkungan dan alangkah picik pola pikirnya. Ia merasa dirinya adalah orang yang tidak tahu bersyukur.

Iklan

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s